Hukum Obat Pencegah Haid

Hukum Obat Pencegah Haid

18 Agu 2018 | Dilihat 124 Kali | Sumber muslimah.or.id | Oleh Mederator


Hukum Obat Pencegah Haid Foto [ Ilustrasi ]

Baca Juga : Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah


Ketika puasa Ramadhan, haji atau umrah, biasanya dari lubuk hati para wanita, dia menginginkan agar bisa puasa Ramadhan full atau bisa haji dan umrah dengan lancar sehingga tidak kehilangan momen ibadahnya tanpa mengalami haid.  Oleh karena itu, mungkin terbesit dalam pikiran mereka untuk mengonsumsi obat penunda haid.

Dalam alMughni (1/226), Ibnu Qudamah rahimahullah menyebutkan,

رُوِيَ عَنْ أَحْمَدَ رَحِمَهُ اللَّهُ ، أَنَّهُ قَالَ : لَا بَأْسَ أَنْ تَشْرَبَ الْمَرْأَةُ دَوَاءً يَقْطَعُ عَنْهَا الْحَيْضَ ، إذَا كَانَ دَوَاءً مَعْرُوفًا

Diriwayatkan dari Imam Ahmad rahimahullah, beliau berkata, “Tidak mengapa seorang wanita mengonsumsi obat-obatan untuk menghalangi haid, asalkan obat tersebut baik (tidak membawa efek negatif).”

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin ditanya tentang hukum mengonsumsi obat pencegah haid. Beliau menjawab:

Penggunaan pil-pil pencegah haid jika tidak membahayakan kesehatan, maka tidak mengapa dengan syarat diizinkan oleh suaminya. Akan tetapi, sebatas pengetahuanku bahwa pil-pil ini membahayakan para wanita. Sebagaimana diketahui bahwa keluarnya darah haid adalah sesuatu yang sifatnya alami. Sesuatu yang sifatnya alami, jika dihalangi keluarnya dari waktu yang semestinya pasti akan muncul gangguan pada tubuhnya. Demikian juga, termasuk bahayanya akan mengacaukan kebiasaan haidnya sehingga dia dalam kebimbangan terhadap shalatnya dan juga dalam hubungan dengan suaminya dan lain-lain. Oleh karena itu, aku tidak mengatakan bahwa penggunaannya adalah perkara yang haram, tetapi aku tidak suka jika para wanita menggunakan karena bahaya yang dikhawatirkan akan menimpanya.

Aku katakan, semestinya seorang wanita ridha dengan ketentuan Allah Ta’ala padanya. Nabi pada tahun beliau berhaji mendatangi ‘Aisyah sementara beliau menangis dan telah berihram untuk umrah. Nabi bersabda: ‘Ada apa denganmu, apakah emgkau nifas (yakni haid)? Aku menjawab: Benar. Beliau bersabda:Ini adalah perkara yang Allah Ta’alatetapkan pada wanita anak keturunan nabi Adam.’ (HR. Muslim)

Hendaknya dia bersabar dan mengharap pahala. Jika dia terhalangi untuk bisa berpuasa dan shalat maka sesungguhnya pintu dzikir senantiasa terbuka untuknya, alhamdulillah. Dia bisa berdzikir kepada Allah Ta’ala dengan mengucapkan tasbih. Dia juga bisa bersedekah, berbuat baik kepada manusia dengan ucapan dan perbuatan, dan ini termasuk seutama-utama amalan.” (Fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 1/304)

Para ulama memang tidak mengharamkan obat pencegah haid selama tidak berdampak negatif. Namun, ridha atas ketetapan Allah Ta’ala dalam hal ini (yaitu mengalami haid) adalah lebih baik.

Penulis: Khusnul Rofiana

Referensi:

  1. Problem Darah Wanita, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, ash-Shaf Media, Tegal.
  2. Penggunaan Obat Penghalang Haidh Saat Haji, Muhammad Abduh Tuasikal, 2011, https://rumaysho.com/2626-penggunaan-obat-penghalang-haidh-saat-haji313.html.

| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah
  • Peduli Terhadap Kaum Tertindas, Sebab Datangnya Pertolongan Allah

    Rabu, | Oleh Mederator | Lihat 90 Kali


  • Mengkhianati Perjuangan Umat Islam
  • Mengkhianati Perjuangan Umat Islam

    Rabu, | Oleh Mederator | Lihat 107 Kali


  • Cara Melakukan Puasa Awal Dzulhijjah
  • Cara Melakukan Puasa Awal Dzulhijjah

    Senin, | Oleh Mederator | Lihat 67 Kali


  • Manusia yang Bersahabat dengan Malaikat
  • Manusia yang Bersahabat dengan Malaikat

    Senin, | Oleh Mederator | Lihat 77 Kali