Kemulian dan Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah

Kemulian dan Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah

31 Jul 2018 | Dilihat 119 Kali | Sumber | Oleh Mederator


Kemulian dan Keutamaan Ummul Mukminin Aisyah Foto [ Ilustrasi ]

Baca Juga : Inilah Pekerjaan Paling Baik Menurut Rasulullah


Beliau adalah ummul mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘Anha. Nasabnya adalah Aisyah binti Abu Bakr bin Abi Quhafah bin Luay Al-Qurasyi At-Tamimi bin Ka’ab bin Murrah bin Tim bin Sa’ad bin Amru bin Amir bin Utsman bin Abdullah. Ibunya bernama Ummu Ruman binti Amir bin Uwaimir Al-Kinaniyah.

Saudarinya adalah Dzatun Nithaqain, Asma’ binti Abu Bakar. Suami saudarinya adalah pembela Rasulullah. Saudara sepupunya, satu diantara sepuluh sahabat yang dijamin surga dan orang pertama yang menghunus pedang di jalan Allah, Zubair bin Awwam.

Tiga bibinya termasuk kalangan shahabiyah, mereka adalah Ummu Amir, Quraibah dan Ummu Farwah. Mereka ini adalah putri putri Abu Quhafah.

Ia diilahirkan setelah empat atau lima tahun masa kenabian dan Rasulullah menikahinya ketika umurnya enam tahun memasuki tujuh tahun. Rasulullah mulai mendatangi Ummul Mukminin Aisyah ketika umur sembilan tahun dan pada saat itu bulan syawal tahun pertama hijrah.

Keutamaan Aisyah

Aisyah adalah wanita putih dan cantik. Untuk itulah ia disebut Al-Humaira’. Aisyah Radhiyallahu ‘anha adalah satu-satunya gadis yang dinikahi Nabi. Diantara keutamaan Aisyah bahwasannya dia berkata, Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan Faathimah. Aisyah berkata : “Maka, akupun protes kepada beliau”. Beliau kemudian bersabda : “Apakah engkau tidak ridla menjadi istriku di dunia dan di akhirat”. Aku berkata : “Tentu, demi Allah”.Beliau bersabda : “Engkau adalah istriku di dunia dan di akhirat” (Al-Mustadrak 10/3).

Keutamaan lainnya adalah Aisyah merupakan wanita yang paling paham terhadap agamanya. Ada beberapa faktor yang mendukung yaitu kecerdasan yang diturunkan oleh kedua orang tuanya. Selain itu,Aisyah hidup dalam keluarga yang sangat perhatian dalam agama. Ditambah lagi pernikahannya dengan Rasulullah semakin membuatnya bergelimang ilmu.

Aisyah juga  juga seorang wanita yang paling banyak meriwayatkan hadits. Dalam waktu 9 tahun selama pernikahannya dengan Nabi, ia telah meriwayatkan sekitar 2.210 hadits. 147 hadits dari beliau disepakati oleh Bukhari dan Muslim, 45 diriwayatkan oleh Bukhari saja, dan 86 diriwayatkan oleh Muslim saja.

Imam Masruq bin Abdurrahman Al-Hamdani Al-Kufi seorang  tabi’in mulia saat menyampaikan hadits dari Aisyah selalu mengatakan,”Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq, kekasihnya kekasih Allah,wanita yang dibebaskan (dari tuduhan keji yang dialamatkan padanya) tertera didalam kitab Allah, bercerita kepadaku.”

Abu Nu’aim Al-Ashbahani menuturkan dalam biografi Aisyah

Ash-Shiddiqah binti Ash-Shiddiq, Al-Atiqah binti Al-Atiq (kekasihnya kekasih Allah),kekasih orang dekat, pemimpin para rasul;Muhammad Al-Khatib. Wanita yang dibebaskan dari segala aib, auh dari keraguan hati karena ia pernah melihat Jibril, utusan Rabb Yang Mengetahui segala hal yang ghaib, Aisyah Ummul Mukminin.

Aisyah menempati posisi tinggi di hati Rasulullah. Imam Adz-Dzahabi menuturkan tentang kedudukan dan posisi Aisyah di mata Nabi. Seperti yang tertulis di atas bahwa Rasul tidak menikahi wanita perawan selainnya dan beliau memperlihatkan cinta beliau secara terang-terangan. Suatu ketika Amr bin Ash yang masuk Islam tahun 8 Hijriyah bertanya kepada Nabi, “Siapa orang yang paling engkau cintai? ‘Aisyah,’jawab beliau. ‘Dari kalangan lelaki?’ Ia bertanya. “Ayahnya,”jawab Nabi.

Hadits ini kuat meski kelompok Rafidhah tidak suka. Beliau bersabda,”Andai aku boleh mengabil seorang kekasih di antara umat ini, tentu akan aku jadikan Abu Bakar sebagai kekasihku, tapi persaudaraan Islam lebih baik.” Rasul mencintai lelaki terbaik di antara umat beliau, dan wanita terbaik di antara umatnya.

Keutamaan besar yang dimilik Aisyah adalah Jibril mengucapkan salam kepadanya. Sungguh kedudukan nan tinggi. Diriwayatkan dari Ibnu Syihab, Abu Salamah berkata,”Aisyah berkata,’Suatu hari, Rasulullah berkata, Wahai Aisy!Ini Jibril, ia mengucapkan salam kepadamu.’ Aisyah  menjawab,”Wa’alaikummsalam wa rahmatullahi wa barakatuhu,’engkau melihat apayang tidak aku lihat’,”Rasulullah maksudnya.

Salah satu riwayat juga menyebutkan secara langsung tujuh sifat yang dimiliki Aisyah dan tidak dimiliki seoranh wanita pun selain apa yang diberikan Allah pada Maryam binti Imran.

Hadits ini diriwayatkan Aisyah, ia berkata,”Aku memiliki tujuh sifat yang tidak dimiliki seorang wanita pun, selain apa yang diberikan Allah kepada Maryam binti Imran. Aku mengatakan ini bukan untuk membanggakan diri pada seorang pun di antara teman-temanku (Istri Nabi lainnya).’

Abdullah bin Shafwan bertanya padanya,‘Apa saja, wahai Ummul Mukminin?’

Aisyah menjawab:

1. Malaikat Jibril datang membawa gambarku kepada Rasulullah.

2. Rasulullah menikahiku saat aku berusia tujuh tahun, aku diserahkan kepada beliau saat berusia sembilan tahun

3. Beliau menikahiku dalam keadaan gadis, beliau tidak mempunyai istri gadis selainku

4. Suatu ketika wahyu turun kepada beliau saat aku bersama beliau dalam satu selimut

5. Aku adalah salah satu orang paling beliau cintai, sejumlah ayat-ayat Al-Quran diturunkan berkenaan denganku dimana umat hampir saja binasa karenanya.

6. Aku pernah melihat jibril dan tidak ada seorang pun di antara istri beliau yang melihatnya selain aku

7. Rasul wafat di rumahku, tidak ada seorang pun yang berada di dekat beliau selain aku dan malaikat maut. (HR.Hakim (IV/10))

Aisyah mewarisi sifat kezuhudan dari ayahanda. Ia mempelajari sifat ini dari kehidupan keseharian bersama keluarganya. Ketika Rasul dan Aisyah berpadu dalam ikatan yang halal maka, Aisyah mencapai tingkat kezuhudan yang sempurna. Karena secara langsung ia melihat kezuhudan Nabi meninggalkan kemewahan dunia dan lebih memilih apa yang ada di sisi Allah.

Selain memiliki sifat yang mulia, Aisyah berada di baris depan  di antara wanita ahli ibadah. Aisyah selalu terlihat berpuasa, shalat malam,menangis dan sedih.

Al-Qasim berkata, “Aisyah berpuasa sepanjang masa.” (HR Ibnu Sa’ad  (VII/47)para perawinya tsiqah).

Diriwayatkan dari Urwah, bahwa Aisyah terus berpuasa. Diriwayatkan dari Qasim, ia berpuasa sepanjang masa, tidak pernag berbuka selain hari Idul Adha dan Idul Fitri.

Inilah gambaran singkat kemuliaan Ummul Mukminin Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

Wallahu a’lam bi shawab.

Sumber

  1. Imam Adz Dzahabi, Siyar A’lamun Nubala
  2. Ibnu Atsir, Usudu Al-Ghobah
  3. Al Ishabah Fii Tamyiiz ash-Shahabah, Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani
  4. Mahmud Al-Misri, Ash-Shahabiyah Haula Ar-Rasul

| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Inilah Pekerjaan Paling Baik Menurut Rasulullah
  • Inilah Pekerjaan Paling Baik Menurut Rasulullah

    Senin, | Oleh Mederator | Lihat 103 Kali


  • Jangan Kau Tunda Kemenangan Dengan Maksiatmu
  • Jangan Kau Tunda Kemenangan Dengan Maksiatmu

    Senin, | Oleh Mederator | Lihat 93 Kali


  • Bila Terjadi Gerhana, Apa yang Harus Dilakukan Wanita Haid?
  • Bila Terjadi Gerhana, Apa yang Harus Dilakukan Wanita Haid?

    Jumat, | Oleh Mederator | Lihat 92 Kali


  • Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam
  • Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah Menurut Islam

    Jumat, | Oleh Mederator | Lihat 216 Kali