Kita Bekerja dan Berbuah Surga

Kita Bekerja dan Berbuah Surga

08 Nov 2018 | Dilihat 56 Kali | Sumber islampos.com | Oleh Mederator


Kita Bekerja dan  Berbuah Surga Foto [ Ilustrasi ]

Baca Juga : Lelaki Ahli Surga dan 100 Bidadari


Bagi seorang Muslim, bekerja adalah bagian dari ibadah. Karena penting bagi seorang Muslim untuk memiliki adab-adab dalam bekerja. Jangan sampai pekerjaan tersebut adalah haram sehingga membawa ia dan keluarga yang dinafkahinya terjerembab ke jurang neraka.

Jika pekerjaan seorang muslim itu benar (tidak menyalahi syariat), dilakukan dengan benar (tidak menipu dan hal buruk lainnya), maka surga kelak di akhirat akan menjadi buah dari kerjanya selama di dunia.

Pertanyaannya, kerja seperti apakah yang mampu membuahkan surga?

Setidaknya ada beberapa hal yang harus diperhatikan seorang Muslim agar aktivitas bekerjanya berbuah surga antara lain sebagai berikut.

Pertama, Niat Ikhlas Karena Allah SWT

Ketika bekerja, niatan utamanya adalah karena Allah SWT sebagai kewajiban dari Allah yang harus dilakukan oleh setiap hamba. Dan konsekuensinya adalah ia selalu memulai aktivitas pekerjaannya dengan dzikir kepada Allah.

Ketika berangkat dari rumah, lisannya basah dengan do’a bismillahi tawakkaltu alallah.. la haula wala quwwata illa billah.. Dan ketika pulang ke rumah pun, kalimat tahmid menggema dalam dirinya yang keluar melalui lisannya.

Kedua, Bersikap Jujur dan Amanah

Hakikatnya pekerjaan yang dilakukannya tersebut merupakan amanah, baik secara duniawi dari atasannya atau pemilik usaha, maupun secara duniawi dari Allah Ta’ala yang akan dimintai pertanggung jawaban atas pekerjaan yang dilakukannya.

Implementasi jujur dan amanah dalam bekerja di antaranya adalah dengan tidak mengambil sesuatu yang bukan menjadi haknya, tidak curang, obyektif dalam menilai, dan sebagainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Seorang pebisnis yang jujur lagi dapat dipercaya, kelak akan dikumpulkan bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’. (HR. Turmudzi).

Ketiga Itqan, sungguh-sungguh dan profesional dalam bekerja

Syarat kedua agar pekerjaan dijadikan sarana mendapatkan surga dari Allah SWT adalah profesional, sungguh-sungguh dan tekun dalam bekerja. Di antara bentuknya adalah, tuntas melaksanakan pekerjaan yang diamanahkan kepadanya, memiliki keahlian di bidangnya dan sebagainya.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila ia bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya.” (HR. Tabrani).

Keempat, Tidak Melanggar Prinsip-Prinsip Syariah

Aspek lain dalam etika bekerja dalam Islam adalah tidak boleh melanggar prinsip-prinsip syariah dalam pekerjaan yang dilakukannya. Tidak melanggar prinsip syariah ini dapat dibagi menjadi beberapa hal;

1.dari sisi dzat atau substansi dari pekerjaannya, seperti tidak boleh memproduksi barang yang haram, menyebarluaskan kefasadan (seperti pornografi), mengandung unsur riba, maysir, gharar dan sebagainya.

2.Kedua dari sisi penunjang yang tidak terkait langsung dengan pekerjaan, seperti risywah, membuat fitnah dalam persaingan, tidak menutup aurat, ikhtilat antara laki-laki dengan perempuan, dan sebagainya.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, ta`atlah kepada Allah dan ta`atlah kepada rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (Qs. Muhammad: 33).

Kelima, Menjaga Etika Sebagai Seorang Muslim

Bekerja juga harus memperhatikan adab dan etika sebagai seroang Muslim, seperti etika dalam berbicara, menegur, berpakaian, bergaul, makan, minum, berhadapan dengan pelanggan, rapat, dan sebagainya. Bahkan akhlak atau etika ini merupakan ciri kesempurnaan iman seorang mukmin.

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Sesempurna-sempurnanya keimanan seorang mu’min adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Turmudzi)


| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Lelaki Ahli Surga dan 100 Bidadari
  • Lelaki Ahli Surga dan 100 Bidadari

    Kamis, | Oleh Mederator | Lihat 25 Kali


  • Apakah Suami dan Istri akan Kembali Bersatu di Surga?
  • Apakah Suami dan Istri akan Kembali Bersatu di Surga?

    Kamis, | Oleh Mederator | Lihat 25 Kali


  • Ketika Orang yang Penuh Dosa Hadir dalam Majelis Dzikir
  • Ketika Orang yang Penuh Dosa Hadir dalam Majelis Dzikir

    Kamis, | Oleh Mederator | Lihat 57 Kali


  • Kisah sahabat Rasulullah yang menolak jadi pemimpin
  • Kisah sahabat Rasulullah yang menolak jadi pemimpin

    Rabu, | Oleh Mederator | Lihat 49 Kali