Muslim Austria mengutuk proposal larangan jilbab

Muslim Austria mengutuk proposal larangan jilbab

07 Apr 2018 | Dilihat 205 Kali | Sumber muslimnews*co*uk | Oleh Admin ID Muslim


Muslim Austria mengutuk proposal larangan jilbab Foto [ ]

Baca Juga : Nabi Adam Alaihissalam


VIENNA (AA): Muslim Austria dan sejumlah asosiasi masyarakat sipil lainnya pada Kamis mengecam keras proposal hukum untuk memberlakukan larangan 'hijab' setelah diumumkan oleh perdana menteri Austria.

 

Kanselir Sebastian Kurz pada hari Rabu mengatakan bahwa persiapan hukum sedang berlangsung untuk melarang jilbab (jilbab dikenakan oleh wanita Muslim) di sekolah dasar.

 

Dia mengatakan usulan hukum itu disebut "hukum perlindungan anak" dan ditujukan untuk mencegah pembentukan "ideologi politik paralel" di negara ini. Ibrahim Olgun, kepala Otoritas Agama Islam Austria (IGGO), menggambarkan proposal itu sebagai "tidak dapat diterima" dalam wawancaranya dengan Anadolu Agency. Dia mengatakan larangan yang diusulkan hanya bertujuan untuk menciptakan sebuah agenda di mana anak-anak akan digunakan sebagai alat politik dan jilbab akan digambarkan sebagai simbol politik Islam.

 

"Jika politik tidak dilakukan melalui kippah Yahudi atau salib Kristen, tidak ada politik yang bisa dilakukan atas jilbab," katanya.
Dia juga mengatakan bahwa proposal itu adalah pelanggaran hak asasi manusia, menekankan bahwa itu bertentangan dengan kebebasan orang tua untuk memutuskan bagaimana mendisiplinkan anak-anak. "Kami sangat mengutuk pengumuman ini."

 

Farid Hafez, seorang ilmuwan politik, mengatakan bahwa pengumuman bermasalah seperti ini berasal dari "pola pikir otoriter di pihak negara".

 

Dr Sonia Zaafrani, kepala Inisiatif untuk Pendidikan Bebas Diskriminasi (IDB), mengatakan jilbab itu bukan hambatan untuk integrasi berkaitan dengan sistem pendidikan.

 

Menekankan bahwa larangan jilbab bertentangan dengan konstitusi, Zaafrani mengatakan Austria harus mengacu pada artikel kedua dari Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, yang menyatakan bahwa negara harus bertindak sesuai dengan pandangan warga negara mereka tentang dunia dan keyakinan agama mereka.

 

Sekretaris Jenderal Federasi Islam Wina (IFW) Harun Erciyas berpendapat atas namanya bahwa larangan jilbab sekolah ini telah dibesarkan untuk akhirnya memberlakukan larangan menyeluruh pada jilbab.

 

"Pelarangan atas nama kesetaraan dan kebebasan tidak dapat diterima," tambahnya. Dia juga mengatakan dalam situasi saat ini, di mana sebagian besar anak-anak tidak mengenakan jilbab ke sekolah, proposal tersebut berfungsi sebagai agenda untuk menerbitkan isu-isu serius di negara tersebut.

 

Di Austria, di mana Islam telah menjadi salah satu agama yang diakui secara resmi sejak 1912, ada populasi lebih dari 600.000 Muslim, yang setara dengan tujuh persen populasi, menurut angka yang diperoleh dari Federasi Islam Wina.

| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Nabi Adam Alaihissalam
  • Nabi Adam Alaihissalam

    Jumat, | Oleh Admin ID Muslim | Lihat 215 Kali


  • Nabi Nuh, Bapak Seluruh Manusia Setelah Nabi Adam
  • Nabi Nuh, Bapak Seluruh Manusia Setelah Nabi Adam

    Jumat, | Oleh Admin ID Muslim | Lihat 257 Kali


  • Doa Mustajab Setelah atau sebelum Berbuka Puasa ?
  • Doa Mustajab Setelah atau sebelum Berbuka Puasa ?

    Jumat, | Oleh Admin ID Muslim | Lihat 274 Kali


  • Mendoakan Orang yang Memberi Buka Puasa
  • Mendoakan Orang yang Memberi Buka Puasa

    Jumat, | Oleh Admin ID Muslim | Lihat 184 Kali