Sunnah Membalas Hadiah Ketika Diberi Hadiah
Oleh : Mederator | Sabtu - 22 Sep 2018 | Sumber : muslim.or.id

Sunnah Membalas Hadiah Ketika Diberi Hadiah
Foto [ Ilustrasi ]

Salah satu kemuliaan ajaran islam adalah sunnah memberikan hadiah kepada orang lain. Hal ini akan menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang serta menghilangkan perasaan yang dapat merusak persaudaraan seperti hasad, dengki, iri dan lain-lainnya.

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุชูŽู‡ูŽุงุฏููˆุง ุชูŽุญูŽุงุจู‘ููˆุง

Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai“.[1]

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan bahwa hadiah ini bisa menyebabkan persatuan dan saling cinta, bahkan terkadang memberikan hadiah lebih utama daripada sedekah pada keadaan tertentu. Beliau berkata,

ูˆู„ุฃู†ู‡ุง ุณุจุจ ู„ู„ุฃู„ูุฉ ูˆุงู„ู…ูˆุฏุฉ. ูˆูƒู„ ู…ุง ูƒุงู† ุณุจุจุงู‹ ู„ู„ุฃู„ูุฉ ูˆุงู„ู…ูˆุฏุฉ ุจูŠู† ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ูุฅู†ู‡ ู…ุทู„ูˆุจุ› ูˆู„ู‡ุฐุง ูŠูุฑูˆู‰ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: (ุชู‡ุงุฏูˆุง ุชุญุงุจูˆุง)ุŒ ูˆู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ุฃุญูŠุงู†ุงู‹ ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ูˆู‚ุฏ ุชูƒูˆู† ุงู„ุตุฏู‚ุฉ ุฃูุถู„ ู…ู†ู‡ุง

“Karena hadiah merupakan sebab persatuan dan rasa cinta. Apapun yang dapat menjadi sebab persatuan dan rasa cinta antar kaum muslimin, maka ini dianjurkan. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ‘“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, Niscaya kalian akan saling mencintai’.Terkadang memberi hadiah itu lebih baik dan terkadang sedekah itu lebih baik (pada keadaan tertentu).”[2]

Ketika kita diberi hadiah, hendaknya kita menerima hadiah tersebut walaupun nilainya kecil, karena hakikat dari hadiah adalah ingin menunjukkan perhatian, menimbulkan persatuan dan rasa cinta sesama kaum muslimin.

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ูŠูŽุง ู†ูุณูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ู„ุงูŽ ุชูŽุญู’ู‚ูุฑูŽู†ูŽู‘ ุฌูŽุงุฑูŽุฉูŒ ู„ูุฌูŽุงุฑูŽุชูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ููุฑู’ุณูู†ูŽ ุดูŽุงุฉู

“Wahai kaum muslimah, janganlah sekali-kali seorang wanita meremehkan pemberian tetangganya walaupun hanya ujung kaki kambing.”[3]

Bahkan ada anjuran untuk tidak menolak saat diberikan hadiah karena bisa jadi akan menyakiti hati orang yang memberikan hadiah. Terima saja hadiah tersebut, jika kita tidak berkehendak kita bisa memberikan kepada yang lebih membutuhkan.

Rasulullahu shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฃูŽุฌููŠุจููˆุง ุงู„ุฏู‘ูŽุงุนููŠูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฑูุฏู‘ููˆุง ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠู‘ูŽุฉูŽ

“Hadirilah undangan dan jangan tolak hadiah!”[4]

Selain disunnahkan memberikan hadiah, Islam juga menganjurkan kita agar membalas memberikan hadiah ketika diberikan hadiah. Bisa membalas saat itu juga atau membalas selang beberapa hari atau pekan berikutnya ketika kita mampu memberi balasan hadiah tersebut.

‘Aisyah menceritakan,

ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู – ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… – ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ู ุงู„ู’ู‡ูŽุฏููŠูŽู‘ุฉูŽ ูˆูŽูŠูุซููŠุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menerima hadiah dan biasa pula membalasnya.”[5]

As-Shan’ani menjelaskan,

ููŠู‡ ุฏู„ุงู„ุฉ ุนู„ู‰ ุฃู† ุนุงุฏุชู‡ ูŠูŽุฉู ูƒุงู†ุช ุฌุงุฑูŠุฉ ุจู‚ุจูˆู„ ุงู„ู‡ุฏูŠุฉ ูˆุงู„ู…ูƒุงูุฃุฉ ุนู„ูŠู‡ุง

“Hadits ini menunjukan bahwa merupakan kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima hadiah kemudian beliau membalas memberikan hadiah.”[6]

Demikian semoga bermanfaat

 

Penyusun: Raehanul Bahraen

Catatan kaki:
[1] HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad

[2] sumber: http://www.ibnothaimeen.com/all/noor/article_6080.shtml

[3] HR.Bukhari dan Muslim

[4] HR. Ahmad. Arnauth menyatakan hadis ini jayyid

[5] HR. Bukhari

[6] Subulus salam, kitabul buyu’ hal. 174


| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Tampilkan Semua Komentar

Buat Komentar