MUI Imbau Pengusaha Tidak Paksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal

MUI Imbau Pengusaha Tidak Paksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal

22 Des 2018 | Dilihat 86 Kali | Sumber suara-islam.com | Oleh Mederator


MUI Imbau Pengusaha Tidak Paksa Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal Foto [ KH Abdullah Zaidi dan DR. Amirsyah Tambunan ]

Baca Juga : Bahasa Berlebihan Dewan Penasihat JKSN [ Jika Tak Pilih Jokowi-Maruf, Sama Saja Injak Kepala Islam ]


Jelang perayaan hari natal, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau para pengusaha untuk tidak memaksa karyawan Muslim menggunakan atribut natal.

Ketua Bidang Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat KH Abdullah Jaidi mengatakan, imbauan tersebut demi terjaga dan terpeliharanya kerukunan dalam kehidupan antar umat beragama.

“MUI menghimbau para pengusaha dan para pihak terkait lainnya agar dalam suasana natal dan pergantian tahun ini tidak memaksa, atau mendorong, atau mengajak karyawan yang beragama Islam memakai atribut-atribut dan atau simbol-simbol yang tidak sesuai dengan keyakinan dan kepercayaan mereka,” kata Abdullah Jaidi di kantor MUI Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 21 Desember 2018.

Dalam kesempatan yang sama, Wasekjen MUI Pusat, DR. Amirsyah Tambunan mengatakan, imbauan tersebut dikeluarkan berdasarkan pengalaman tahun 2016 lalu. Menurut Amirsyah, tahun lalu banyak masyarakat yang membuat pengaduan ke MUI terkait dengan kebijakan sejumlah perusahaan yang mewajibkan seluruh karyawannya untuk menggunakan atribut perayaan Natal seperti jubah sinterklas, dan lain sebagainya.

“Jadi imbauan ini berdasarkan Fatwa MUI nomor 2656 Tahun 2016 bahwa menggunakan atribut natal bagi non muslim adalah haram,” kata Amirsyah Tambunan.

Karena itu, lanjut Amirsyah, MUI kembali mengeluarkan rekomendasi kepada seluruh pengusaha pusat-pusat perbelanjaan agar tidak memaksa karyawan Muslim menggunakan atribut-atribut perayaan Natal.

“Rekomendasi ini tentunya agar menjaga keharmonisan masyarakat antaragama, serta tidak menodai agama dan tidak mencampur aduk antara akidah dan ibadah umat Islam dengan keyakinan agama lain. Salah satu wujud toleransi umat beragama adalah menghargai kebebasan beragama, termasuk bagi non Muslim dalam menjalankan ibadahnya,” tandasnya.

Dalam acara tersebut, MUI juga menyoroti situasi terkini, baik dalam maupun luar negeri. Mulai dari natal, pergantian tahun baru, sampai pandangan MUI terhadap Muslim Uyghur. Bahkan, MUI juga menyampaikan pandangannya soal penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019.


| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Bahasa Berlebihan Dewan Penasihat JKSN [ Jika Tak Pilih Jokowi-Maruf, Sama Saja Injak Kepala Islam ]
  • Bahasa Berlebihan Dewan Penasihat JKSN [ Jika Tak Pilih Jokowi-Maruf, Sama Saja Injak Kepala Islam ]

    Jumat, | Oleh Mederator | Lihat 104 Kali


  • Ini Jawaban Yang Penuh Kebohongan Cina Soal Keprihatinan RI ke Muslim Uighur
  • Ini Jawaban Yang Penuh Kebohongan Cina Soal Keprihatinan RI ke Muslim Uighur

    Kamis, | Oleh Mederator | Lihat 87 Kali


  • Perundingan Langsung Taliban-AS Dimulai
  • Perundingan Langsung Taliban-AS Dimulai

    Selasa, | Oleh Mederator | Lihat 45 Kali


  • Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf Minta PSI Dikeluarkan dari Koalisi
  • Juru Bicara TKN Jokowi-Maruf Minta PSI Dikeluarkan dari Koalisi

    Selasa, | Oleh Mederator | Lihat 76 Kali