Nabi Muhammad pun Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

Nabi Muhammad pun Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga

17 Nov 2018 | Dilihat 907 Kali | Sumber bincangsyariah.com | Oleh Mederator


Nabi Muhammad pun Melakukan Pekerjaan Rumah Tangga Foto [ Ilustrasi ]

Baca Juga : Apakah Melihat ke Langit Ketika Berdoa Dianjurkan?


Dalam kehidupan sehari-hari, Nabi Muhammad juga melakukan pekerjaan rumah tangga. Beliau adalah pribadi yang tidak segan melayani diri sendiri atau membantu tugas istri, pekerjaan domestik rumah tangga yang biasanya selalu dilakukan perempuan. Dalam sebuah hadis diceritakan:

عن عمرة عن عائشة بلفظ ” ما كان إلا بشرا من البشر ، كان يفلي ثوبه ، ويحلب شاته ، ويخدم نفسه. أخرجه الترمذي . ولأحمد من رواية الزهري عن عروة عن عائشة بزيادة ويرقع دلو

“Tidaklah beliau itu seperti manusia pada umumnya, beliau menjahit bajunya, memerah kambing dan melayani dirinya sendiri. (HR. Tirmidzi). Dalam riwayat Ahmad ada tambahan redaksi: dan menimba air.”

Rumah tangga Nabi merupakan bukti bahwa kesetaraan dan kesalingan dalam hubungan laki-laki dan perempuan merupakan hal yang penting. Sayangnya hal itu seringkali luput diperhatikan. Padahal, meskipun sebagai utusan Allah, nyatanya Nabi Muhammad juga melakukan pekerjaan rumah tangga.

.عن الأسود قال سألت عائشة ما كان النبي صلى الله عليه وسلم يصنع في أهله قالتكان في مهنة أهله فإذا حضرت الصلاة قام إلى الصلاة

Dari Al-Aswad, ia bertanya pada ‘Aisyah, “Apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lakukan ketika berada di tengah keluarganya?” ‘Aisyah menjawab,  “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membantu pekerjaan keluarganya di rumah. Jika telah tiba waktu salat, beliau berdiri dan segera menuju salat.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar dalam Syarh Shahih Bukhari mengatakan bahwa seperti itulah gambaran keseharian dalam rumah tangga Nabi Muhammad saw. Beliau orang yang tawadu, menjauhkan diri dari kenikmatan, berlaku mandiri meski semua istri beliau berebut melayani.

Selain hadis, banyak pula ayat-ayat Alquran yang menjelaskan tentang kesalingan dan kesetaraan peran laki-laki dan perempuan. Faqihuddin Abdul Kodir dalam bukunya 60 Hadis; Hak-Hak Perempuan dalam Islam, menjelaskan bahwa relasi antar perempuan dan laki-laki sejatinya didasarkan pada kesalingan seperti yang digariskan dalam Alquran. Yaitu saling menolong dan menopang (Q.S. Attaubah; 71), saling melindungi dan melengkapi (Q.S. Albaqarah; 187) dan saling berbuat baik (Q.S. Annisa; 19).

Maka dengan demikian dapat disimpulkan, Islam sejatinya menegaskan bahwa peran perempuan dan lelaki memiliki posisi dan peran yang sama sebagai manusia yang utuh. Prinsip ini, lanjut Faqihuddin, berlaku untuk hal-hal yang bersifat teologis-ritual, kerja publik dan domestik.


| Sahabat muslim, mari berdakwah bersama kami untuk informasi lebih lanjut silakan KLIK DISINI


Apakah Melihat ke Langit Ketika Berdoa Dianjurkan?
  • Apakah Melihat ke Langit Ketika Berdoa Dianjurkan?

    Sabtu, | Oleh Mederator | Lihat 834 Kali


  • Anggapan Sial Pada Bulan Safar
  • Anggapan Sial Pada Bulan Safar

    Sabtu, | Oleh Mederator | Lihat 790 Kali


  • Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain
  • Nasihat Nabi untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain

    Jumat, | Oleh Mederator | Lihat 841 Kali


  • Manfaat Baca La Ilaha Illallah Setelah Shalat Shubuh
  • Manfaat Baca La Ilaha Illallah Setelah Shalat Shubuh

    Jumat, | Oleh Mederator | Lihat 1082 Kali